Apa itu PM 2.5 ?

PM adalah singkatan dari Particulate Matter (juga disebut polusi partikel): istilah untuk campuran partikel padat dan tetesan cairan yang ditemukan di udara. Beberapa partikel, seperti debu, kotoran, atau asap, berukuran besar atau cukup gelap untuk dilihat dengan mata telanjang. Yang lainnya sangat kecil sehingga hanya dapat dideteksi menggunakan mikroskop elektron.

Polusi partikel meliputi:

  • PM10: partikel yang dapat dihirup, dengan diameter yang umumnya 10 mikrometer dan lebih kecil
  • PM2.5: partikel halus yang dapat dihirup, dengan diameter yang umumnya 2,5 mikrometer dan lebih kecil.

Seberapa kecil 2,5 mikrometer? Pikirkan tentang sehelai rambut dari kepala Anda. Rata-rata rambut manusia berdiameter sekitar 70 mikrometer

Sumber PM 2.5 :

  • Dalam catatan Departemen Kesehatan New York, asal PM 2,5 bisa dibagi menjadi outdoor (di luar ruangan) dan indoor (di dalam ruangan). Dalam kategori outdoor, PM 2,5 ada di polusi asap mobil, truk, bus, dan kendaraan bermotor lain, termasuk hasil pembakaran kayu, minyak, batu bara, atau akibat kebakaran hutan dan padang rumput. Tak ketinggalan juga PM 2,5 juga dihasilkan secara masif oleh cerobong asap pabrik. Sedangkan yang dari dalam ruangan, PM 2,5 terkandung di asap rokok, asap memasak (goreng-bakar), membakar lilin atau minyak lampu, atau dari asap perapian.

Apa Efek Berbahaya dari PM?

  • Partikulat mengandung zat padat mikroskopis atau tetesan cairan yang sangat kecil sehingga dapat terhirup dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Beberapa partikel dengan diameter kurang dari 10 mikrometer dapat masuk jauh ke dalam paru-paru Anda dan beberapa bahkan dapat masuk ke aliran darah Anda. Dari jumlah tersebut, partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer, juga dikenal sebagai partikel halus atau PM2.5, menimbulkan risiko terbesar bagi kesehatan. Partikel halus juga menjadi penyebab utama berkurangnya jarak pandang (kabut asap) di beberapa bagian Indonesia.

before after pm25

Chart Pm 2.5 Jakarta

 

Source : Environmental  Protection Agency USA, BMKG Indonesia

Leave a comment

All comments are moderated before being published